Jangan Berputus asa atas Rahmat Allah

Jakarta, tahun 70an

Seorang PNS golongan rendah, di pertengahan bulan sedang gundah. Ia betul2 tidak memiliki uang sama sekali. Jangankan untuk makan, untuk ongkos angkot pun ia tak punya. Namun, ia tetap berangkat kerja. Karena bekerja adalah kewajiban. Dengan berjalan kaki dari menteng ke cikini seraya berdoa semoga Allah selalu memberi kemudahan.

Sebenarnya, meski gaji selalu pas-pasan, tak pernah uangnya habis di tengah bulan seperti sekarang ini. Namun, beberapa hari yang lalu, beberapa pemuda di kampungnya yang akan merantau ke jakarta menginap beberapa hari di kontrakannya. Dan tentu saja, sebagai tuan rumah ia menjamu mereka.

Setiba di kantor, tiba-tiba ia diajak oleh tim tata kota untuk bergabung. Tim itu bermaksud mensurvey tempat2 di jakarta, untuk dijadikan pasar, sekolah, dan sarana publik lain.

Setalah mensurvey tempat dan menentukan lokasi, tim tersebut mengajaknya makan siang. Sungguh, rejeki yang tak disangkanya. Ia ditraktir makan siang di restoran Roda, restoran padang yang terkenal saat itu dan bergengsi. Namun, keajaiban tak sampai di situ. Setelah tiba di kantor, ia diberi honor Rp. 5.000, (di atas gajinya sebulan saat itu). Tak henti-hentinya ia bersyukur pada Allah atas rejeki yang telah didapatnya.

Sore hari, saat akan pulang kerja, tiba-tiba ia dipanggil oleh atasannya.
”Silahkan masuk, saya hanya ingin memberi kamu ini” ujarnya sambil menyerahkan amplop. ”Jangan menolak, anggaplah itu rejeki. Itu uang saya pribadi” ujar atasannya.

Ketika ia buka, Subhanallah… Rp. 10.000 !!!
Ia berangkat dengan kantong dan perut kosong. Pulang dengan hati gembira, perut kenyang dan kantong penuh. Uang beberapa bulan gaji, ia dapat dalam satu hari.

Itulah Tuhan, mungkin hari itu ia ingin menguji keikhlasan hambanya untuk bekerja dalam keadaan paling sulit sekalipun. Meskipun dengan berjalan kaki. Dan mungkin juga karena ia telah berbaik hati menjamu tamu-tamu dari kampung. Bayangkan jika ia hari itu berputus asa atas rahmat Allah, dengan tidak masuk kerja. Mungkin ia tak mendapatkan apa-apa.

Semoga kita dapat mengambil hikmah atas pengalaman bapak itu.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: