Archive for the ‘ Learn ’ Category

Jangan Menelantarkan Anakmu…

Kaget juga akhir-akhir ini kerap diberitakan beberapa kasus ibu yang menelantarkan anak-anaknya.. Miris rasanya, mengingat aku sampai sekarang belum dikaruniai anak. Hikz..

Tentu, aku ga berhak menjudge ibu tersebut. Aku juga ga mau ikut menyalahkan ibu tersebut. Selain karena aku bukan hakim, aku belum tahu pasti alasan ibu tersebut menelantarkan anak-anaknya.

Aku hanya ingin mengambil pelajaran dari kasus tersebut. Apapun yang kita miliki hari ini merupakan amanah dari Tuhan yang harus kita jaga sebaik-baiknya. Mungkin amanah itu terasa berat, tapi Tuhan pasti memberi sesuai kadar kemampuan kita. Ketika kita lalai, kuasa Tuhan yang akan berjalan dan kita tak bisa mengelaknya.

Advertisements

Persiapan Sebelum Mengikuti Pelatihan/Seminar

Saat ini banyak bgt lembaga atau perorangan yang mengadakan pelatihan dan kursus.

Namun, kita harus kritis sebelum mengikuti pelatihan tersebut :

Teliti Kebutuhan

Sebelumnya, tanyalah pada diri sendiri : Apakah kita memang membutuhkan pelatihan tersebut? Apa tujuan kita mengikuti pelatihan tersebut? Apa manfaat mengikutinya?

Teliti Materi dan Metode

Materi yang diberikan apa saja?

Sudahkah sesuai dengan kebutuhan kita?

Apakah materi yg diberikan update?

Bagaimana dengan metodenya?

Teliti Pembicara/Fasilitator/Narasumber

Siapakah pembicara dan backgroundnya?

Apakah dia berpengalaman pada bidang tersebut?

Apa saja karya yang telah dihasilkannya?

Akan lebih baik jika narasumber tak hanya akademisi tapi juga praktisi.

Jangan sampai misalnya, kita mengikuti pelatihan menulis buku, tapi narasumber belum pernah menerbitkan buku. Atau pelatihan berwirausaha, narasumber tak punya usaha.

Perhatikan pula, apakan narasumber tersebut masih dalam konfirmasi atau sudah fix.

Teliti Penyelenggara

Penyelenggara yang baik, akan menyelenggarakan kegiatan dengan baik pula. Gunakan google untuk observasi, kegiatan apa saja yg telah dilakukan penyelenggara.

Perhatikan pula, pelayanan pendaftaran. Apakah ramah dan profesional? Apakah nomor yang tercantum, dapat dihubungi?

Teliti Fasilitas

Apa saja yang anda dapatkan selain materi? Apakah buku / sertifikat/ snack / makan / notebook dan pen? . Bagaimana dengan tempat pelaksanaan apakah memadai? Sesuaikah dengan investasi yang dikeluarkan.

TIPS :

siapkan list pertanyaan dan hal-hal/ kasus yang anda kurang pahami yang sesuai dengan materi tersebut,  sebagai panduan dalam mengikuti pelatihan / seminar tersebut. Jika sudah terjawab, beri check list, sebagai penanda. Jangan lupa siapkan notebook, pen dan kartu nama anda. Siapa tahu anda menemukan calon relasi bisnis di sana. Selain itu istirahat dan makan yang cukup sebelumnya.

ucapanmu adalah do’a

“Kullu Kalamin Ad Du’a” (Setiap ucapan adalah doa)

5 tahun lalu, seorang pria-senior di organisasi kampus- menanyakan kepadaku pertanyaan yang paling jamak ditanyakan masyarakat Indonesia kepada para lajang,

“Kapan  nikah? ”

jiaaahh.. menyebalkan bgt. mending dianya udah nikah, tapi sok meyakinkan aku jawab, “Agustus 2009”

“lama amat, knp?”

“biar keren, nanti punya anaknya lahir tahun 2010” sahutku asal.

“kk sendiri kpn?”

“agustus juga 2009” ucapnya ngasal juga. Sial ! dia ngebales aku.

Tapi sumpah, aku gag nyangka, itu akan menjadi kenyataan, aku nikah tahun 2009 bulan Agustus. Dan.. aku menikah dengan kk senior yang menanyakan aku kapan nikah itu.. hahahaha..   Padahal kami ga ada hubungan apa-apa saat itu bahkan hingga beberapa tahun kemudian.

So, hati-hati dengan ucapanmu.. bicaralah yang baik-baik, yaa..

Aku Yakin Dengan Doaku…

Aku diajarkan berdoa oleh kedua ortuku sejak aku TK. Ortuku bilang, kalo aku berdoa pasti dikabulkan oleh Allah. Dan, tentu saja aku percaya. Memang sebaiknya pendidikan agama sejak dini ditanamkan.

“Kalo aku berdoa biar bisa terbang, bisa ga, yah?”

“Bisa, tapi nanti terbangnya dengan pesawat” jelas ayahku.

“kalo aku doa biar bisa bertemu presiden, bisa?”

“Bisa donk, do’a saja” ujar ayahku.

Maka, aku, bocah TK, berdoa agar dapat bertemu presiden Soeharto. yang dimataku saat itu keren banget.

Sungguh tak kuduga, beberapa tahun kemudian, tepatnya aku kelas V SD, aku dapat bertemu dengan beliau dalam rangka Hari Anak Nasional di TMII.

Untuk pertama kalinya SDku diundang. Dan karena aku termasuk 10 besar, aku diperbolehkan ikut serta.

Tak terbayangkan perasaanku saat itu. Dapat bertemu beliau yang sangat kebapakan. beliau berpesan agar belajar yang rajin dan sekolah tinggi.

Itulah sekelumit kisahku dan doaku. masih banyak doa2ku yang lain yang aku merasa dikabulkan. meskipun dosaku jauh lebih banyak dari doaku. Dan meskipun kadang, terasa tidak mungkin.

Tapi aku yakin dengan doaku. Karena aku yakin Tuhanku maha berkuasa. Tak ada yang tak mungkin baginya. Tak ada yang dapat menghalangi sesuatu yang Ia beri. Dan tak ada yang dapat memberi sesuatu yang Ia halangi.
Maka berdo’alah.. dan jangan lupa untuk konsisten beribadah…

Jangan Berputus asa atas Rahmat Allah

Jakarta, tahun 70an

Seorang PNS golongan rendah, di pertengahan bulan sedang gundah. Ia betul2 tidak memiliki uang sama sekali. Jangankan untuk makan, untuk ongkos angkot pun ia tak punya. Namun, ia tetap berangkat kerja. Karena bekerja adalah kewajiban. Dengan berjalan kaki dari menteng ke cikini seraya berdoa semoga Allah selalu memberi kemudahan.

Sebenarnya, meski gaji selalu pas-pasan, tak pernah uangnya habis di tengah bulan seperti sekarang ini. Namun, beberapa hari yang lalu, beberapa pemuda di kampungnya yang akan merantau ke jakarta menginap beberapa hari di kontrakannya. Dan tentu saja, sebagai tuan rumah ia menjamu mereka.

Setiba di kantor, tiba-tiba ia diajak oleh tim tata kota untuk bergabung. Tim itu bermaksud mensurvey tempat2 di jakarta, untuk dijadikan pasar, sekolah, dan sarana publik lain.

Setalah mensurvey tempat dan menentukan lokasi, tim tersebut mengajaknya makan siang. Sungguh, rejeki yang tak disangkanya. Ia ditraktir makan siang di restoran Roda, restoran padang yang terkenal saat itu dan bergengsi. Namun, keajaiban tak sampai di situ. Setelah tiba di kantor, ia diberi honor Rp. 5.000, (di atas gajinya sebulan saat itu). Tak henti-hentinya ia bersyukur pada Allah atas rejeki yang telah didapatnya.

Sore hari, saat akan pulang kerja, tiba-tiba ia dipanggil oleh atasannya.
”Silahkan masuk, saya hanya ingin memberi kamu ini” ujarnya sambil menyerahkan amplop. ”Jangan menolak, anggaplah itu rejeki. Itu uang saya pribadi” ujar atasannya.

Ketika ia buka, Subhanallah… Rp. 10.000 !!!
Ia berangkat dengan kantong dan perut kosong. Pulang dengan hati gembira, perut kenyang dan kantong penuh. Uang beberapa bulan gaji, ia dapat dalam satu hari.

Itulah Tuhan, mungkin hari itu ia ingin menguji keikhlasan hambanya untuk bekerja dalam keadaan paling sulit sekalipun. Meskipun dengan berjalan kaki. Dan mungkin juga karena ia telah berbaik hati menjamu tamu-tamu dari kampung. Bayangkan jika ia hari itu berputus asa atas rahmat Allah, dengan tidak masuk kerja. Mungkin ia tak mendapatkan apa-apa.

Semoga kita dapat mengambil hikmah atas pengalaman bapak itu.

Story of Public Libraries..

wokeehhh, skrg qt ngomongin perpus aja dehh..

gw mulai dari yg plg gampang, perpus utama d kampus uin, buku lumayan lengkap, ada american corner segala, (lo bisa internetan, buku2 manstap paman sam, amerika bgt lah).. 3 lantai plus toilet tiap lt, gak pk lift, luas, computerized, ada rental di lt bawah, ramee, tp ada pegawai yg jutek tuh, hehe… di uin, tiap fakultas pny perpus sendiri2 dan lumayan lgkp juga..

perpus iman jama di lebak bulus, referensi buku2 islam, tp gak bisa dpnjem. walo gag begitu besar, 2 lt, tp kadang kita bs dapetin buku yg gak ada d perpus utama uin.

perpus ui. gw baru dateng ke fak.psikonya. bagus.. bukunya lengkap, computerized, karywannya sigap ga lelet, suasana hommy..

perpus nas. wokeeehhhh.. lengkappp… tp diambilin bukunya !!! mengurangi keasyikan mencari dan melihat2 buku.. so, lu kudu tau buku yg mo lo bc. ada dokumentasi jadul yg bersejarah, lift, kartu perpusnya keren, dll,

perpus DKI. udah lupa. dah lama bgt en jarang bgt. pokoe ada liftnya. dkt pasar festival.

perpus jaksel. ada ruangan wat perpus anak2 yg desainnya lucu, di depannya ada taman, byk tukang jajanan, (lho kok.. jd ngebahas itu?). perpus masyarakat bgt jd byk bacaaan santai. majalah, novel, dll.

perpus LIPI. bagus, lengkap juga, pegawainya ramah en apal bgt letak bukunya, tiap awal bulan libur, maklum merek mo ngerapiin buku2, byk jurnal, puas… puas…

mo tau perpus yg rata2 buku impor? kudu jd member? feenya 400rb/tahun, surganya buku manajemen en ilmu2 sosial lainnya? tapppiii deposit 2 JUTA? hihihi… perpus PPM, namanya.. manstaappp… pdhl gag gede2 amat..

slain itu gw prnh dateng ke perpus UGM, KRI, UNJ, Darunnajah, dll, tp nti aja lg disambungnya yaaa… dah azan tuhhh…

tulisan ini aku ambil di :
http://miftahirfaniah.blog.friendster.com/2009/01/perpus/

Facebook…

“berawal dari facebook baruku.. kau datang dengan cara tiba-tiba…” (gigi_my facebook)

Facebook adalah situs web jejaring sosialyang diluncurkan pada 4 Februari 2004 dan didirikan oleh Mark Zuckerberg, seorang lulusan Harvard dan mantan murid Ardsley High School. Keanggotaannya pada awalnya dibatasi untuk siswa dari Harvard College. *) tapi sekarang ini penggunaanya makin meluas. FB bahkan sudah menjadi alat promosi handphone.  tak hanya itu, Grup band Gigi ikut menjadikan FB sebagai judul lagunya.

Aku jg pny akun di FB. manfaat yg paling terasa adalah bertemu teman lama. sungguh menyenangkan sekali dapat bersua dgn teman2 lama yg sudah melanglang buana dengan berbagai aktivitasnya.. Dengan melihat sepak terjang teman-teman membuat saya semakin termotivasi untuk terus berkarya dan berprestasi.

Tapi buat saya, FB cukuplah hanya untuk itu. tidak akan  saya jadikan budaya. hingga saya harus tiap hari membuka FB dan akhirnya justru menulis status yang tidak perlu bahkan menimbulkan kontroversi dan ketidaknyamanan bagi orang lain.

Biasanya, saya cukup lihat report FB via email. Jika ada yang menarik, ada pesan penting, ada friend request, atau ada teman yang ultah biasanya saya baru cek FB saya. selanjutnya, ya sudah. saya tidak mau diperbudak FB, dengan mlototi terus situs tsb. bahkan berkali-kali ganti status dalam sehari.

Walaupun sebenarnya bila dilihat dari aspek lain fenomena tersebut, bisa jadi menjadi cikal bakal budaya menulis masyarakat Indonesia. dan syukur-syukur meningkatkan self esteem seseorang.

Namun sekali lagi, kita harus arif menggunakan segala  sesuatu.

*) source : wikipedia

Advertisements